A Sun (2019) – Film

A Sun Film
PandanganLeave a Comment on A Sun (2019) – Film

A Sun (2019) – Film

The most fair thing in the world is the sun. Regardless of latitude, every place on earth will receive equal spans of day and nights.

A Sun adalah sebuah film Taiwan yang diputar pertama kali di Toronto International Film Festival pada September 2019 dan berkeliling dunia melalui festival-festival film internasional. Karena itu, bolehlah saya meminjam istilah seorang teman yang menyebut film-film model begini sebagai “film daun”. Dan sebagai mana layaknya film daun lain, film inipun butuh kesabaran tinggi saat menontonnya.

Tema yang diangkat film ini memang cukup berat dan dalam, yaitu tentang sebuah keluarga kelas menengah di Taiwan yang dirundung banyak masalah. Mungkin karena itu Netflix kemudian menggolongkan A Sun sebagai film “gelap” alias “dark”.

Film dibuka dengan sebuah adegan yang mengagetkan, bahkan epik kalau saya bilang. Kemudian berlanjut ke konsekuensi yang harus ditanggung anak kedua dari keluarga Chen yang dipanggil sebagai A-Ho. Ia kemudian dijebloskan ke penjara anak selama 3 tahun. Dalam rentang waktu itu, terjadi banyak hal di luar dugaan yang benar-benar menguji keutuhan keluarga Chen.

Bagi saya, film ini membawakan sebuah kejujuran di mana dalam sebuah keluarga dengan anak lebih dari satu, selalu ada yang menjadi “anak emas”. Entah karena kepintaran, ketampanan atau kecantikan, kepribadian, atau hal-hal lain. Ini hal yang sangat manusiawi walau banyak ditentang bahkan orang tua tentu selalu mengatakan bahwa mereka tak pernah pilih kasih pada anak-anaknya.

Film A Sun membawa penontonnya menyelami harapan-harapan yang tidak tercapai, tragedi yang tak terbayangkan, dan harga diri setiap anggota dalam sebuah keluarga. Selain itu, ada hal yang juga sangat manusiawi dalam sebuah keluarga, di mana nilai-nilai yang dipercaya oleh salah satu anggota keluarga, tidak selalu menjadi nilai yang dipercaya oleh anggota keluarga yang lain. Dalam hal ini, nilai yang hendak ditanamkan oleh orang tua, tidak selalu menjadi nilai yang ingin dilakukan oleh anak-anaknya.

Life is all about seizing the day and deciding your own path. Painful things will pass and be forgotten.

Seorang petani yang gemar memasak, petualang yang gemar pamer foto, pemilik kedai kopi yang gemar menulis, penikmat film yang menggilai Tarkovsky dan Kubrick, dan belakangan menjadi penikmat dan pecinta Bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top