Agustus dan Rencana-Rencana yang Berantakan

KehidupanLeave a Comment on Agustus dan Rencana-Rencana yang Berantakan

Agustus dan Rencana-Rencana yang Berantakan

Agustus adalah bulannya saya dan suami. Kami berulang tahun di bulan yang sama. Karena itu jauh-jauh hari bermacam rencana sudah disiapkan termasuk cuti dan perpanjangan masa berlaku SIM kami yang kebetulan jatuh tempo bersamaan tahun ini.

Awalnya sih menyenangkan. PPKM Darurat mulai diturunkan levelnya sehingga jalanan mulai dibuka. Sayapun pergi ke Jakarta lalu kami bersama mengurus perpanjangan masa berlaku SIM di gerai SIM yang sudah saya kenal sebelumnya di daerah Alam Sutra. Semua berjalan lancar. Sampai akhirnya entah bagaimana kerjaan suami mendadak membuatnya kesal dan akhirnya batal ikut ke Puncak untuk merayakan ulang tahun bersama. Di situlah rencana mulai berantakan.

Akhirnya kami merayakan ulang tahun secara terpisah. Saya merayakannya sendiri di Cipanas dengan keseruan yaitu membuat rumah yang letaknya di ujung dunia ini jadi rumah pintar. Ya! Saya mengganti hampir semua saklar lampu di rumah dengan saklar lampu pintar yang terkoneksi dengan internet sehingga bisa dikontrol dari manapun. Selain itu juga bisa saya integrasikan dengan sistem alarm yang sudah saya pasang sebelumnya. Kisahnya seru tentang ini bisa dibaca di sini.

Akhir bulan yang berantakan ini saya manfaatkan untuk mencari ide bullet journal tahun depan. Saya juga membereskan bermacam agenda di Google termasuk contacts yang selama ini jarang saya sentuh. Ya, rasanya resolusi tahun depan adalah bahwa saya harus lebih memanfaatkan bermacam fitur yang dimiliki Google. Fitur-fitur yang jarang saya sentuh akan mulai saya berdayakan.

Seorang petani yang gemar memasak, petualang yang gemar pamer foto, pemilik kedai kopi yang gemar menulis, penikmat film yang menggilai Tarkovsky dan Kubrick, dan belakangan menjadi penikmat dan pecinta Bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top