Here the Whole Time

Buku PandanganLeave a Comment on Here the Whole Time

Here the Whole Time

Apa yang terjadi kalau orang yang kamu idolakan tiba-tiba akan menghabiskan liburan dan menginap di rumahmu selama dua minggu lebih? Blingsatan? Kebingungan? Here the Whole Time karya Vitor Martins dengan segar dan jenaka menggambarkan cerita ini sambil menyusupkan nilai-nilai tentang rasa percaya diri ke dalamnya dengan baik dan menarik.

Awalnya Felipe sudah membayangkan liburan musim dingin yang akan dihabiskannya dengan menyenangkan karena dia bisa lepas dari teman-teman sekolah yang selama ini merundungnya. Dia akan bisa menonton semua acara televisi yang terlewat, menonton aneka tutorial di YouTube yang tidak akan pernah dia praktikkan, dan membaca buku-buku yang selama ini menumpuk tak terbaca. Tapi semua itu tiba-tiba buyar ketika ibunya mengabari bahwa Caio, teman masa kecil Felipe yang juga adalah tetangganya, akan menghabiskan libur musim dingin bersama mereka karena orang tua Caio pergi ke luar negeri untuk merayakan ulang tahun perkawinan.

Kisah pertemanan Felipe dan Caio semasa kecil sangatlah menarik. Mereka berkenalan di kolam renang dan akhirnya sering menghabiskan waktu bersama bermain di kolam renang sampai pada suatu saat Felipe sadar bahwa badannya gendut. Bukan chubby. Bukan juga bertulang besar. Tapi gendut. Gembrot. Di saat itulah Felipe mulai menarik diri. Dia tidak pernah bermain di kolam renang lagi. Diapun makin merasa tidak percaya diri karena setiap hari di sekolah, ada saja julukan baru untuknya karena berbadan gembrot.

Saat ibunya berkata bahwa Caio akan menginap di rumahnya selama 15 hari, Felipe sangat kebingungan karena pertama, dia diam-diam, sejak dulu menyimpan rasa suka pada Caio yang tampan dan berbadan atletis. Kedua, dia makin merasa kurang percaya diri akan bentuk tubuhnya dan sama sekali tidak tahu bagaimana cara menghabiskan waktu selama 15 hari bersama idolanya itu.

Here the Whole Time menurut saya adalah novel jenaka yang penuh makna. Banyak nilai yang berhasil disampaikan dengan baik tanpa kesan menggurui dalam novel ini. Kalau saya disuruh membuat daftar novel yang bisa dibaca dalam sekali duduk, maka novel ini salah satunya.

Seorang petani yang gemar memasak, petualang yang gemar pamer foto, pemilik kedai kopi yang gemar menulis, penikmat film yang menggilai Tarkovsky dan Kubrick, dan belakangan menjadi penikmat dan pecinta Bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top