Cara Mendapatkan Kacamata BPJS

CeritaLeave a Comment on Cara Mendapatkan Kacamata BPJS

Cara Mendapatkan Kacamata BPJS

Peserta BPJS punya hak untuk mendapatkan kacamata lho! Bagaimana cara mendapatkan kacamata yang ditanggung oleh BPJS? Ikuti pengalaman saya dalam tulisan ini. Sebagai catatan, dalam pengalaman ini saya mencoba sesedikit mungkin membawa dokumen fisik dan fotokopi. Kartu BPJS sayapun berbentuk digital. Bagaimana kira-kira kemudahan yang ditawarkan oleh BPJS dan apakah saya berhasil mendapatkan kacamata BPJS?

Langkah Pertama: Faskes 1

Hal pertama yang perlu dilakukan oleh peserta BPJS untuk bisa mendapatkan kacamata adalah sama seperti standar pelayanan BPJS lainnya yaitu dengan datang ke faskes 1 tempat peserta terdaftar. Di faskes 1, bila memang belum ada dokter spesialis mata maka peserta bisa mendatangi dokter umum, seperti yang siang itu saya lakukan.

Cara mendapatkan kacamata dari BPJS
Cara mendapatkan kacamata dari BPJS

Jadi siang itu saya datang dengan hanya membawa aplikasi Mobile JKN di mana semua data kepesertaan BPJS saya tersimpan. Seperti biasa saya harus antre untuk mendaftar dulu. Setelah dapat giliran dan didaftar, saya menuju ke antrean berikutnya di ruang dokter umum. Di sana saya diukur tekanan darah, tinggi dan berat badan, lalu menunggu giliran untuk bertemu dokter umumnya.

Ketika bertemu dokter, saya menceritakan keluhan bahwa saya butuh ukuran lensa kacamata baru karena kacamata saya yang saat ini saya pakai rasanya sudah tidak nyaman lagi. Dokterpun segera membuatkan surat rujukan untuk menemui dokter spesialis mata di rumah sakit yang nantinya saya bisa pilih saat membawa surat rujukan itu kembali ke loket BPJS.

Benar saja, di loket BPJS saya ditawari beberapa rumah sakit rujukan dan saya memilih salah satunya. Hal yang saya sayangkan saat memilih rumah sakit rujukan ini adalah bahwa sistem rujukan online yang selama ini digadang-gadang BPJS sebagai sebuah sistem yang memberi kenyamanan pada para peserta rupanya sedang tidak berfungsi. Jadilah saya harus secara manual menghubungi rumah sakit rujukan yang saya pilih untuk tahu jadwal dokter yang harus saya temui.

Total waktu yang saya perlukan di faskes 1 ini adalah 2 jam.

Langkah kedua: Rumah Sakit Rujukan

Hal kedua yang saya lakukan adalah mendatangi rumah sakit rujukan. Kali ini, karena saya sudah menelpon sebelumnya, saya diminta menyiapkan fotokopi KTP dan surat rujukan dari faskes 1 masing-masing 1 lembar. Bagaimana dengan kartu BPJS? Rupanya bila kartu BPJS bentuknya digital maka ketika di RS saya hanya perlu mengirimkannya lewat email tanpa harus mencetaknya.

Pagi itu saya sampai di rumah sakit rujukan pukul 07.45 WIB dan dapat nomor antrean 11. Loket pendaftaran pasien BPJS buka jam 08.00 tepat. Sayapun menghabiskan waktu +/- 45 menit untuk sampai terdaftar dan menunggu di antrean berikutnya yaitu di poliklinik mata.

Dokter yang seharusnya mulai praktik jam 09.00 WIB baru datang +/- jam 09.30 WIB, jadi lumayan menunggu lama sampai jam 10.00 WIB saya baru dipanggil masuk. Pemeriksaan oleh dokter mata hanya butuh waktu +/- 10 menit karena dokter hanya memeriksa mata saya dengan memakai komputer, tidak seperti apa yang sering saya rasakan di optik-optik yang memadukan antara hasil pemeriksaan komputer dengan manual.

Dari dokter mata ini saya mendapat 2 resep. Pertama adalah resep kacamata dan kedua adalah resep untuk pelembab mata. Resep kacamata harus saya bawa ke loket BPJS untuk mendapatkan surat legalitas yang nantinya bisa saya bawa ke optik demi mendapatkan kacamata gratis, sementara resep pelembab mata seperti biasa tinggal saya bawa ke loket farmasi untuk mendapatkannya.

Sayang hari itu internet sedang bermasalah sehingga saya harus menunggu sampai sore untuk mendapatkan surat legalitas dari BPJS.

Cara mendapatkan kacamata dari BPJS

Total waktu yang saya habiskan di rumah sakit rujukan adalah 5 jam.

Langkah ketiga: Optik Pilihan Kacamata BPJS

Bagian terakhir dari perjalanan mendapatkan kacamata gratis dari BPJS ini adalah membawa surat legalitas dari rumah sakit rujukan itu ke optik yang sudah ditentukan. Sayapun mendatangi salah satu dari 7 pilihan. Di sana saya mendapat berita buruk yaitu saya harus membayar biaya +/- Rp300.000 bila ingin mendapatkan lensa kacamata yang sesuai dengan resep dokter karena dalam resep itu saya harus memakai lensa untuk jarak dekat dan jarak jauh sementara kata petugas optik, BPJS hanya menanggung salah satunya. Jadi pilihannya adalah saya membayar lebih atau memilih salah satu lensa saja (jarak jauh atau jarak dekat).

Akhirnya dengan kecewa karena tidak bisa mendapatkan kacamata sesuai kebutuhan maka sayapun terpaksa memilih salah satu lensa saja. Tidak berhenti sampai di situ, karena muka saya agak lebar dan pilihan frame yang sesuai dengan paket BPJS terbatas maka sayapun terpaksa memilih yang agak kesempitan.

Dua hari setelahnya, kacamata sayapun jadi. Entah kenapa kacamata ini sangat tidak nyaman untuk dipakai. Tulisan justru makin kabur daripada sebelumnya. Mungkin karena memang tidak sesuai dengan resep dari dokter ya?

Cara mendapatkan kacamata dari BPJS
Seorang petani yang gemar memasak, petualang yang gemar pamer foto, pemilik kedai kopi yang gemar menulis, penikmat film yang menggilai Tarkovsky dan Kubrick, dan belakangan menjadi penikmat dan pecinta Bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top