Maret yang Mulai Jinak

Bulan Maret dibuka dengan beresnya proses pindahan dari BSD ke Bintaro. Bahkan di akhir Februari kemarin, seperti yang saya tulis di sini, saya sempat menikmati Bintaro yang merupakan daerah tempat saya menghabiskan masa kecil. Dengan beresnya urusan pindahan maka beres juga urusan saya di Jakarta sehingga saya mulai bisa lebih banyak tinggal di perkebunan di Puncak.

Perkerjaan

Jika Januari dan Februari pekerjaan saya di Bali masih serba suram dan gelap bahkan sempat membuat saya hampir putus asa, maka di Maret ini hal-hal baik mulai terjadi. Rasanya hampir semua hal mulai berada di tempat yang semestinya lagi.

Jalan keluar masalah pekerjaan di Bali dimulai dengan keputusan penting yang saya ambil yaitu untuk tidak lagi menyerahkan produksi pada teman saya yang punya kesibukannya sendiri. Keputusan ini walau akhirnya menimbulkan biaya baru tapi ketika dihitung-hitung ya akan sama saja dengan bila saya harus memberi komisi setiap kali membutuhkan bantuan teman saya itu.

Keputusan itu tidak mudah dan sempat membuat hari-hari di awal Maret sangat mencemaskan walau akhirnya berjalan dengan baik, dan seperti prediksi saya, semua jadi jauh lebih lancar. Dengan alur yang jauh lebih lancar, produksipun satu per satu mulai berjalan dan bisa diselesaikan.

Kabar baik selanjutnya adalah apresiasi hasil produksi yang awalnya sempat membuat saya gentar. Bayangkan, pada produksi yang serba darurat ini, tidak satupun produk yang saya lihat secara langsung. Dengan apresiasi yang baik ini maka pesananpun mulai bergerak maju. Semua klien mulai memasukkan pesanan baru dan ini membuat masalah produksi yang tadinya mampat bisa kembali bergerak.

Pajak dan Belajar Main Saham

Bulan Maret juga adalah bulannya membayar pajak mobil. Tahun ini masalah pajak mobil (dan pajak-pajak lain yang akan bertubi-tubi datang seperti tahun-tahun sebelumnya) jadi lebih menyenangkan karena dananya sudah siap berkat pelajaran “main” saham yang diperkenalkan suami pada saya. Ya! Main saham di saat pandemi kemarin benar-benar memberi keuntungan berlipat-lipat hingga bisa saya manfaatkan untuk bermacam pengeluaran termasuk pajak-pajak tahunan ini.

Kebiasaan Baru dan Cipanas

Bulan Maret juga menjadi awal saya memakai aplikasi buku harian digital bahkan berlangganan versi premiumnya seperti yang saya tulis di sini.

Sudut yang selama ini terabaikan.

Tinggal di Cipanas lagi-lagi mendatangkan rezeki. Kali ini rezeki dimulai saat ada orang yang mau membeli alpukat yang memang sedang ranum-ranumnya di kebun saya. Dilanjutkan dengan orang yang hendak menyewa sebagian lahan di perkebunan saya. Yah, lumayan lah. Uangnya bisa saya pakai untuk renovasi garasi dan kamar yang selama ini enggan saya pakai karena bocor. Berkat renovasi ini, saya jadi punya tempat menyenangkan untuk bekerja. Sebuah sudut yang selama ini terabaikan.

Tantangan

Dengan mulai jinaknya Maret, perkenankan saya membuat tantangan untuk bulan April.

Jadi, setelah membiasakan diri menulis di buku harian digital, saya ingin sekalian membiasakan diri mencatat berbagai pengeluaran dan pemasukan di pencatat keuangan digital ini yang sudah sejak bertahun-tahun lalu saya beli versi premiumnya tapi tidak pernah sukses saya pakai secara rutin. Tantangan ini akan berlaku selama bulan April. Mari kita lihat hasilnya bulan depan!

Danang

Seorang petani yang gemar memasak, petualang yang gemar pamer foto, pemilik kedai kopi yang gemar menulis, penikmat film yang menggilai Tarkovsky dan Kubrick, dan belakangan menjadi penikmat dan pecinta Bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *