Nonton Teater di Rumah Aja

CeritaLeave a Comment on Nonton Teater di Rumah Aja

Nonton Teater di Rumah Aja

Ada acara yang seru dari Indonesia Kaya, namanya Nonton Teater di Rumah Aja. Dari namanya sudah barang tentu acara ini adalah untuk orang-orang (termasuk saya) yang kangen nonton teater tapi tidak bisa karena adanya pandemi Covid-19 ini. Tapi di balik itu, ada misi sosial yang dibawa oleh Indonesia Kaya melalui acara ini yaitu untuk ikut berkontribusi kepada para pekerja seni, terutama para pekerja di balik layar, yang kehilangan pendapatan karena adanya pandemi ini.

Tentu kita tahu semua bahwa pandemi ini meniadakan kemungkinan pertunjukan teater digelar seperti dulu. Gedung-gedung pertunjukan ditutup atau kalaupun buka tidak boleh menggunakan 100% kapasitasnya. Seorang teman yang aktif di teaterpun sempat bilang: “kalaupun pentas, dengan kapasitas penonton hanya 50%, mana nutup biaya produksinya? Uang sewa tempatnya aja nggak nutup kali!” Karena itulah saya sangat mengapresiasi program Nonton Teater di Rumah Aja yang setiap akhir pekan menayangkan secara live streaming pertunjukan-pertunjukan teater yang dibeli hak siarnya untuk diberikan kembali kepada para seniman seni pertunjukan.

Nonton Teater di Rumah Aja
Sumber: IndonesiaKaya.com

Minggu ini (11-12 Juli 2020), mulai jam 14.00 WIB, program Nonton Teater di Rumah Aja menampilkan lakon “Republik Petruk” karya N. Riantiarno. Lakon ini adalah produksi ke-116 Teater Koma yang dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada 9-25 Januari 2009. Terlihat sudah cukup tua ya, tapi jangan salah, lakon yang kocak, getir, dan konyol tentang pemimpin yang sebenarnya bukan pemimpin, melainkan badut belaka ini jangan-jangan akan selalu pas untuk menjadi potret buram negeri kita.

Alkisah, Petruk dititipi jimat Kalimasada, pusaka para Pandawa. Petruk kemudian tergoda oleh rayuan dewa Kaladurgi dan Kanekaratena untuk memakai jimat itu demi kepentingannya sendiri. Dengan jimat itu, Petruk berhasil menaklukkan kerajaan Lojitengara dan menjadikan dirinya raja di sana. Sejak itulah reformasi politik dimulai. Apapun boleh dilakukan, termasuk korupsi, asal tidak ketahuan. Saat Petruk memimpin inilah bicara serasa berbuat, tersenyum serasa sudah berjasa, dan janji-janji pemerintah senilai sampah belaka.

Lalu pertanyaannya, apakah rakyat harus diam saja dan menunggu segalanya hancur? Atau melengserkan Petruk adalah sesuatu keniscayaan? Semua akan terjawab sore ini, saat kita nonton bersama di kanal Youtube-nya Indonesia kaya.

Seorang petani yang gemar memasak, petualang yang gemar pamer foto, pemilik kedai kopi yang gemar menulis, penikmat film yang menggilai Tarkovsky dan Kubrick, dan belakangan menjadi penikmat dan pecinta Bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top