ruangwaktu.id – Seluruh pengungsi Rohingya yang ditampung sementara di tenda-tenda di Kantor Bupati Aceh Barat dikabarkan melarikan diri pada Sabtu (1/6/2024). Faisal Rahman, rekan keamanan UNHCR di Indonesia, mengatakan bahwa pelarian pengungsi Rohingya ke pemukiman di Aceh bagian barat bukanlah hal yang aneh karena hal tersebut merupakan hal yang biasa. Aceh hanya menjadi tempat transit sementara bagi pengungsi Rohingya. “Jumlah pengungsi Rohingya di
pemukiman di Aceh berangsur-angsur berkurang, ada pula yang ditampung oleh keluarga di Malaysia atau Medan,” kata Faisal saat ditemui ruangwaktu.id, Sabtu.
Menurut Faisal, dari 57 pengungsi Rohingya yang tinggal di Aceh Barat, hanya sebelas warga Bangladesh yang direlokasi secara resmi pada Kamis (15/5/2024) dalam proses deportasi. “Kaburnya warga Rohingya dari Aceh bagian barat di luar pengetahuan kami di UNHCR, kami tidak tahu apakah mereka melarikan diri sendiri atau ada kelompok lain yang terlibat,” ujarnya. UNHCR disebut sedang berusaha melacak pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Aceh bagian barat hingga
keluarga mereka dengan nomor kontak yang tercatat. “Mereka melarikan diri ke kamp pengungsi pada saat yang bersamaan..

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polisi Pamong Praja Aceh Barat, Arsal, menduga seluruh warga Rohingya mengungsi ke kamp pengungsian saat hujan pagi menyulitkan. Saat itu, petugas keamanan Sat Pol PP sedang tidur. Tadi malam saat petugas Satpol PP berpatroli hingga pukul 00.00 WIB, semuanya ada di dalam tenda. Pagi harinya, kami mengetahui tenda kosong, namun barang-barang seperti pakaian dan barang sehari-hari tertinggal di dalam tenda, ujarnya. ..

By admin