Taberu Onna (2018) – Film

Taberu Onna
PandanganLeave a Comment on Taberu Onna (2018) – Film

Taberu Onna (2018) – Film

Taberu Onna atau yang diterjemahkan menjadi “Eating Women” atau “Woman Who Eats” memang bukan film baru. Walau demikian, film ini tetap menarik untuk ditonton karena berhasil menyatukan kisah tentang persahabatan, percintaan, rasa kesepian, trauma akan masa lalu, dan ketakutan akan masa depan, dalam balutan filosofi makanan.

We’re never the same person we were yesterday. Just like the earth keeps turning without rest, we keep inching forward little by little.

Film Taberu Onna diangkat dari novel terbitan tahun 2004 dengan judul yang sama, membawakan kisah tentang delapan orang perempuan dengan latar belakang berbeda. Ada yang seorang penulis, seorang pegawai kantoran yang sukses, seorang penjaga toko, dan ada juga seorang asing yang menikah dengan orang Jepang lalu menetap di Jepang. Masing-masing membawa keresahan dan masalah kehidupan namun kemudian menemukan jawaban akan masalah mereka ketika berkumpul, curhat, sambil makan bersama.

Seperti film Jepang pada umumnya, Taberu Onna juga mengalir dengan perlahan. Membawa penonton menyelami kisah masing-masing tokoh dengan sabar untuk kemudian menyadari bahwa dalam kehidupan, banyak hal yang meresahkan dan membuat kita sedih, padahal hal itu sudah terjadi di masa lampau atau bahkan belum terjadi karena baru menjadi pemikiran akan masa depan.

Juga seperti film Jepang lain, film inipun nyaris tanpa lonjakan klimaks yang meledak-ledak layaknya film Hollywood. Ada riak-riak kecil, namun tak menjadi ombak besar yang mengeruhkan perhatian akan filosofi tentang makan, makanan, dan makan bersama. Dengan begitu, sajian tentang kehidupan nyatapun terasa makin dekat dengan keseharian kita.

Pada bagian akhir film ini, ada makanan khas Jepang yang karena sederhananya seolah ingin mengatakan bahwa, siapapun bisa memasak, tinggal mau atau tidak. Siapapun bisa menyelesaikan masalah, tinggal mau atau tidak. Makanan itu adalah Tamago kake gohan (TKG).

Whether in sickness or in health, in times of joy or sadness, I hope you won’t forget the importance of eating well. Of nourishing mind and body. So you’ll be hale and hearty when that special person comes.

Seorang petani yang gemar memasak, petualang yang gemar pamer foto, pemilik kedai kopi yang gemar menulis, penikmat film yang menggilai Tarkovsky dan Kubrick, dan belakangan menjadi penikmat dan pecinta Bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top