Tiga Tahun

KehidupanLeave a Comment on Tiga Tahun

Tiga Tahun

Tahun 2019 saya membeli sebuah buku harian tiga tahunan dan tahun 2021 adalah waktunya saya berpisah dengan buku harian itu.

Seperti yang saya bayangkan saat membeli, buku harian ini memang jadi makin menarik dari tahun ke tahun karena saya bisa membaca apa yang saya tulis pada hari yang sama di tahun-tahun sebelumnya. Ada gembira, ada sedih, ada kesepian, ada keramaian, dan di tahun-tahun terakhir juga ada kehilangan.

Sayangnya buku harian tiga tahunan ini tidak bisa saya temukan lagi di toko buku tempat saya membelinya dulu karena toko bukunyapun sudah tutup. Bayangkan, betapa banyaknya perubahan dalam hanya tiga tahun saja. Karena itulah saya berusaha membuat sendiri buku harian dengan buku bullet journal yang sudah saya beli sebelumnya.

Semoga di tahun-tahun berikutnya saya akan jadi lebih rajin menulis buku harian sehingga tidak ada lagi bolong-bolong seperti pada buku harian tiga tahunan sebelumnya.

Buku harian ini saya foto 3 tahun lalu sesaat setelah membelinya.

Seorang petani yang gemar memasak, petualang yang gemar pamer foto, pemilik kedai kopi yang gemar menulis, penikmat film yang menggilai Tarkovsky dan Kubrick, dan belakangan menjadi penikmat dan pecinta Bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top