Philosophy Underground di Teater Utan Kayu

CeritaLeave a Comment on Philosophy Underground di Teater Utan Kayu

Philosophy Underground di Teater Utan Kayu

Siang itu saya yang sedang menggulung-gulung lini masa di Twitter terkaget-kaget ketika ada seorang yang saya ikuti membagikan sebuah info tentang dibukanya kelas filsafat bertema “Post-Truth dan Filsafat Ilmu” di Teater Utan Kayu, Jakarta. Uniknya, kelas ini gratis! Sayapun langsung mencari info lebih lanjut dan mendaftarkan diri lewat surat elektronik. Asyiknya, tanpa menunggu lama saya langsung dapat konfirmasi bahwa saya telah terdaftar dan dipersilakan untuk hadir pada tanggal-tanggal yang telah ditentukan.

Philosophy Underground 2019 yang saat ini sudah memasuki pertemuan ke-2 rupanya bukan pertama kali diadakan di Teater Utan Kayu. Menilik sejarahnya yang bisa saya baca di laman-laman internet, kelas ini dibuka setiap tahun dan telah dimulai sejak tahun 2016. Tercatat ada tema “Philosophy Underground” sebagai pembuka di tahun 2016, “Filsafat Politik dari Plato hingga Rancière” tahun 2017, dan “Filsafat Kesalehan” di tahun 2018. Dari judulnya saja sudah membuat saya iri bahwa saya ketinggalan informasi tentang kelas-kelas tersebut karena rasanya tema-tema yang dipilih adalah tema yang sangat aktual pada masanya.

Kembali ke Philosophy Underground 2019, saat kelas pertama dibuka, saya cukup kagum dengan bagaimana Teater Utan Kayu berhasil menyajikan ilmu filasat yang selama ini terasa amat jauh di awang-awang menjadi sebuah ilmu yang menarik dengan cara penyampaian yang tidak menggurui dan diskusi yang menambah wawasan. Ini semua tentu tidak lepas dari para pembicara dan moderator, yang walaupun acara ini gratis, bukanlah orang-orang sembarangan. Setidaknya pembicara pertama adalah seorang doktor filsafat lulusan universitas Sorbone dan pembicara kedua minggu lalu adalah seorang magister filsafat. Pembicara-pembicara berikutnya dalam jadwal kelas ini juga bukan pembicara yang main-main.

Acara ini juga menjadi menarik karena dibuat dengan kesederhanaan (baca: keegaliteran) khas Teater Utan Kayu. Pembicara, moderator, dan peserta duduk bersama tanpa batas di acara ini. Registrasi ulang, sistem masuk dan duduk di ruangan, bahkan sampai ketepatan waktu mulai dan selesainya acara ini bagi saya cukup boleh diacungi jempol.

Siapa saja yang datang ke sana? Sejauh ini, yang saya tahu, karena kelas ini terbuka untuk siapapun jadi walau memang banyak (kalau tidak mau dibilang mayoritas) mahasiswa filsafat yang datang, ada juga orang-orang yang seperti saya, yang bukan berlatar belakang ilmu filsafat murni, namun tetap tertarik untuk menyerap ilmu dari pada pembicara yang tidak dimungkiri adalah ahli-ahli di bidangnya.

Jadi bila ada yang tertarik untuk ikut belajar filsafat gratis dari para ahlinya, silakan datang ke Teater Utan Kayu setiap hari Jumat jam 19.00 – 21.30 WIB pada tanggal-tanggal ganjil. Jangan lupa siapkan pikiran yang terbuka demi menyerap lebih banyak apa yang dibagikan di kelas ini.

Seorang petani yang gemar memasak, petualang yang gemar pamer foto, pemilik kedai kopi yang gemar menulis, penikmat film yang menggilai Tarkovsky dan Kubrick, dan belakangan menjadi penikmat dan pecinta Bintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top